sebenernya lagi nggak mau nulis, tapi butuh banget mencurahkan perasaan. jadi ya nggak ada pilihan lain, kalau nantinya postingan ini jadinya kacau, harap di maklumi. proses di otak gue sedang sangat lambat.
semua berawal dari tadi malam.
gue heran, hanya dengan beberapa kalimat, seseorang dapat membuat orang lain seperti lumpuh dan nggak tau harus berbuat apa. Untuk beberapa jam gue cuma duduk di kasur dan bengong. Sejuta flashback datang dengan cepat dari satu slide ke slide lain yang entah kenapa tiba-tiba terasa sangat indah.. saking indahnya gue gak tahan buat nahan sedih.
gue nggak bisa tidur, gue baru bisa merem itu lewat tengah malam, itu pun gue mimpi persis kayak kejadian nyata. Sakit banget. dan gue bangun lagi. begitu terus hingga tiga kali dan gue nyerah. Gue bangun dan duduk lagi di kasur. bengong. gue dengerin suara orang-orang sahur. Sekali lagi, gue gak tau harus berbuat apa.
Penyakit gue kambuh lagi, setiap merasa di bawah tekanan gue merasa mual. Asam lambung gue naik. Gue pusing banget disaat terlemah kayak gini, gue gak tau apa yang harus nolongin gue.
Sungguh, seharusnya gue bahagia. Gue harusnya sadar, Allah sangat sayang sama gue. Dia selalu menjaga gue dari keburukan manusia. Lewat banyak jalanNya. Harusnya gue bersyukur, sangat harus gue melakukan itu.
otak gue gak bisa mikir. Subhanallah bagaimana hati dan otak bisa bekerja berlawanan. Disaat logika lu berkata benar, hati membisikkan sesuatu yang nggak masuk akal. Tapi juga gak bisa di tolak. Dan kemudian disanalah, iman yang bertindak. Bagaimana agama telah mengatur. Kalau kalian mau percaya, Al-Quran itu benar adanya sebagai pedoman. Tanpanya, manusia cuma butiran pasir yang terombang ambing di lautan. Gak akan menemukan kebenaran diantara teriakan otak dan hati nya.
Hanya gue miris, sangat sedih. Gue telah berharap banyak pada bulan July ini. Entah kenapa-mungkin karena july bulan lahir gue-tapi sungguh, Terlalu banyak berharap akan membuat Kecewa yang berlebihan.
dan kali ini pelajaran gue kembali, prinsip masa lalu gue kembali, jangan pernah berharap pada apapun.
Hati gak akan bisa bohong, mau sesulit apapun gue berpura-pura, orang lain akan tau, dan diri gue gak akan kuat. Tapi ada hal yang dulu selalu gue lakukan, memendam.
sangat pedih, ketika lo punya jutaan kata yang ingin di sampaikan tapi tiba-tiba itu udah gak layak untuk diutarakan. sekali lagi, cuma harus dipendam.
gue yakin semua akan baik-baik saja selama gue gak berharap dan gue terus memendam. Kita cuma perlu berbagi kebahagiaan, agar membuat orang lain bahagia. Bukan berbagi kesedihan agar orang lain merasa sedih juga.
Aku mecintai agamaku, karena itu aku mecintai diriku. Sesakit apapun itu gue harus bangkit. Sesedih apapun itu gue harus coba tersenyum di cermin, lalu tertawa. Semua akan baik-baik saja selama kamu berpegangan pada yang benar.
unspoken
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar