Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

never say that before you think it

Buat apa hidup...

kadang kalimat dangkal itu sering terucap, oleh siapaun yang lagi kena masalah dan dia terlalu capek buat ngehadepin masalah itu. atau putus asa. Apalagi di antara anak SMP dan SMA yang masih labil, gak punya pegangan. gua yakin kalian, atau teman kalian pernah mengucapkannya. so do i.

ketika menulis postingan ini, gua lagi ngerasain yang namanya gak mood hidup. Tapi itu bukan berarti gua pengen mati ya, gua juga ga siap itu mah. secara dosa gua kaga keitung banyaknya, ntar aja deh matinya pas gua lagi tobat (jih? milih)

yaa, gak mood hidup yang gua maksud sih emang bener2 ga mau hidup. atuh tiap gua lagi sadar, gua suka sakit hati sendiri. entah apa penyebabnya tapi gua sering loh kaya gitu. makanya, gua akhir2 ini suka banget sama yang namanya tidur. kenapa? karena pas tidur gua gak bisa mikirin apa apa, gak bisa ngerasain apa apa. tapi bukan berarti gua sering tidur yaa, gua susah tidur malah akhir-akhir ini..

pas tidur itu, gak ada yang namanya sedih, kecewa, dan putus asa. kita hanya perlu memejamkan mata dan otak kita beristirahat. alam bawah sadar lah yang akan membawa kita entah kemana. dan menurut gua mimpi adalah bonus dari hidup :)

di mimpi, kita bisa dapet apa yang di dunia kita ga depet. bahkan kadang, itu seakan kenyataan. yaa, walau ada juga sih yang namanya mimpi buruk. tapi itu bukan nya tetap bonus? hihi


kalimat "buat apa hidup" terucap ketika kita merasa gak berarti, gak berguna.


kalimat "buat apa hidup" terucap ketika kita merasa tidak ada yang memperhatikan, tidak ada yang membutuhkan

kalimat "buat apa hidup" terucap ketika kita merasa sendiri, tak ada yang mau bicara, tak ada yang mengajak bicara

kalimat "buat apa hidup" terucap ketika kita sedih atau marah, tidak pernah ketika kita sedang senang.


kalimat "buat apa hidup" terucap ketika kita merasa bahwa DUNIA MEMUSUHI KITA


apa kalian sependapat?

gua bisa nulis ini karena gua lagi merasakannya, dan sekarang gua gatau mau berbagi dengan siapa, karena gua gak tau siapa yang peduli sama gua?
gua merasa gak ada.

padahal, kalau di pikir pasti ada. iya kan? orang tua tentu masih peduli sama gua. kenyataan nya memang IYA. hanya gua nya aja yang bego, gua berharap orang lain yang sebenernya gak akan peduli lah yang peduli sama gua. orang yang gak perhatian sama gua lah yang gua harapkan ngasih perhatian. dan itu hanya satu orang. tapi sekali lagi itu cuma harapan.

kita berbuat baik pada seseorang, sering kita berharap orang itu melakukan hal sama pada kita suatu hari nanti. dan ketika harapan itu tidak terjadi, maka saat itu lah kalimat "buat apa hidup" akan terucap.

kita memberi perhatian lebih pada seseorang, tapi orang itu tidak peduli, tidak merespon dan malah mengabaikan. maka saat itu lah kalimat "buat apa hidup" akan terucap kembali.

tapi perlu di benarkan, tidak semua orang begitu. ada yang ketika hatinya terpuruk logika otaknya bisa berjalan, jadi dia gak akan mengucapkan kalimat dangkal itu. masalahnya, lebih banyak remaja yang udah hatinya terpuruk, logikanya ikutan jatoh. kaya yang nulis. kalo udah sakit hati bego nya gak ketulungan, kaga bisa mikir apa apa haha.

mungkin cukup segini renungan gua, bagi yang baca boleh tinggalkan komentar atau respon nya.
semoga kalian lebih bisa mengatasi masalah kalian sendiri dengan tidak mengucapkan kalimat di atas hehe

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

Fildzah Husna Amalina mengatakan...

bener yam, kadang kepikiran juga kenapa kita hidup, coba kita ngga pernah dilahirin -_-

maryam ulfa mengatakan...

iya ya, seandainya kita dilahirin jadi batu. tapi masalahnya, ibunya batu kan gak bisa ngelahirin (?)

Posting Komentar